5 Persiapan Sebelum Psikotes yang Penting untuk Dilakukan

Persiapan Sebelum Psikotes

Selain berkas dan tes formatif, persiapan sebelum psikotes juga harus dilakukan oleh Rekan Pencaker. Mengapa demikian? Karena ternyata, banyak calon karyawan yang justru gagal diterima setelah melewati prosedur ini. Apakah sedemikian sulitnya psikotes itu?

Sebelum menakar kadar kesulitan sebuah psikotes, Rekan Pencaker harus mengetahui beberapa hal. Persiapan untuk psikotes ternyata cukup kompleks, sehingga harus benar-benar matang. Inilah beberapa hal yang penting untuk dilakukan sebelum dan ketika menjalani psikotes.

Mencari Tahu Jenis Tes Offline atau Online

Sebuah perusahaan tentu memiliki aturan serta standar kebutuhan yang berbeda-beda. Karena itulah, cari tahu dulu untuk jabatan apa Rekan Pencaker akan melamar. Tentunya, jenis psikotes yang diberikan akan berhubungan dengan pekerjaan yang dituju.

Psikotes ada yang dikerjakan secara offline dan online, karena hal ini berhubungan dengan kesiapan Rekan Pencaker. Pada pekerjaan di BUMN, calon PNS, dan beberapa instansi lainnya, diselenggarakan tes secara online. Sebaliknya, apabila perusahaan yang akan menghire masih rintisan, maka tesnya lebih ke cara offline.

Mempelajari Beberapa Trik Pengerjaan Tes

Setelah Rekan Pencaker mengetahui apakah tes yang akan diselenggarakan online atau offline, maka step selanjutnya adalah belajar. Ya, ketika menghadapi tes online, jawaban harus berurutan dan spontan. Berbeda dengan itu, tes offline cenderung dapat dibaca ulang sehingga lebih mudah.

Namun, Rekan Pencaker harus ingat, semua tes tentunya dibatasi waktu. Jadi, para pelamar tidak boleh terlalu lama terjebak satu pertanyaan. Kerjakan yang mudah dulu dan selalu yakin jika jawaban memang benar.

Membaca Materi Tentang Psikologi Karyawan

Psikologi karyawan adalah tema buku referensi yang sangat baik untuk dibaca sebelum tes. Mengapa demikian? Karena psikologi karyawan tentu berbeda dengan psikologi pebisnis, pengusaha, atau lainnya. Jadi, pastikan jiwa dan passion Rekan Pencaker memang cocok di sana.

Bagi seorang karyawan, loyalitas dan kerja keras adalah poin yang sangat positif. Rekan Pencaker harus banyak membaca apa saja yang dibutuhkan dalam menjadi pekerja yang baik di kantor. Jadi, setelah diterima nanti hasil yang diberikan akan sesuai dengan harapan.

Jawablah dengan Jujur

Poin yang keempat ini sangat penting dan berpengaruh pada masa depan rekan pencaker. Memang, ada banyak orang yang ingin menjawab seideal mungkin untuk berbagai pertanyaan. Harapannya, jawaban tersebut bisa terlihat “sempurna” dan menyebabkan dirinya diterima.

Namun, ternyata di balik jawaban yang tidak jujur ada banyak ancaman di masa depan. Misalnya posisi yang kurang cocok dengan passion, peluang tidak bisa diterima oleh lingkungan, dan sebagainya. Jadi, Rekan Pencaker wajib menjawab dengan sejujur-jujurnya agar tidak merusak penilaian tersebut.

Jangan Sampai Kondisi Fisik Mengganggu Pikiran

Seperti halnya saat mengerjakan ujian sekolah dulu, salah satu persiapan sebelum psikotes kerja adalah memastikan badan sedang fit. Apabila sedang ada masalah misalnya sakit, maka Rekan Pencaker akan dapat masalah karena tidak bisa berkonsentrasi. Padahal, tes psikologi biasanya diletakkan di akhir proses penerimaan.

Jadi, sangat ironis bukan jika kondisi fisik yang sakit membuat calon pelamar gagal di step terakhir? Nah, agar hal ini tidak sampai terjadi, maka pastikan untuk tidur cukup dan sarapan pagi. Jangan lupa untuk membawa air putih serta roti yang dapat mengganjal lapar.

Baca: Contoh Soal Psikotes

Ternyata, persiapan sebelum psikotes cukup kompleks bukan? Jadi, pastikan untuk memaksimalkan rencana dan persiapan agar tidak menyesal apabila nanti telah menjalankan psikotes. Rekan Pencaker pasti bisa mendapatkan pekerjaan idaman apabila terus berusaha dan merencanakan semuanya secara matang.